Rabu, 25 Juli 2018

Kelas Puisi bersama Panji Aswan - Day 75 RBI

Kelas malam ini dihangatkan oleh seorang Editor yang menyukai dunia sastra terutama puisi. Beliau berkontribusi dalam Hari Puisi kemarin.

Berikut petikan perkenalan dari Kak Panji:

Perkenalan Kak Panji Aswan

Selanjutnya, beliau membeberkan segala hal yang berkaitan dengan event Hari Puisi 2018 tersebut. Mulai dari ketentuan hingga hal-hal berkesan disana yang menyedot minat bakatnya menjadi semakin menggebu.







#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day75

Selasa, 24 Juli 2018

Kelas Puisi oleh Bulan - Day 74 RBI

Pada pertemuan pertama hari ini, kami diberi gambaran mengenai definisi, teori dan jenis-jenis puisi, yang dipaparkan secara lengkap oleh Mentor yang telah menelurkan beberapa buku kumpulan puisi, Mbak Wulan Suminarsih, atau yang lebih dikenal dengan panggilan : Bulan.

Berikut tangkapan layar di grup puisi tsb :



Berikut resume materi dari Bulan :

DEFINISI, TEORI, DAN JENIS-JENIS PUISI 
-Wulan Deli-

1. Definisi
Kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Beberapa definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.

(1)   Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.

 (2)   Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4)   Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
(5)   Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan 
yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.

Lanjut ke slide kedua:
2. Unsur-unsur Puisi

A. Struktur Fisik Puisi

(1)   Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2)   Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. 
(3)   Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4)   Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5)   Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu, memancarkan kaya makna. Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6)   Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi). (2) pengulangan kata/ungkapan. Ritme merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritme sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

Slide ketiga:
B. Struktur Batin Puisi
 (1)   Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2)   Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3)   Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4)   Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari  sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

Slide selanjutnya:
5. Jenis-jenis Puisi
Puisi Lama
Ciri-ciri Puisi Lama
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
c) Terikat oleh aturan-aturan:
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama

2. Puisi Baru dan Puisi Modern
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.




#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day74

Minggu, 22 Juli 2018

Bergabung di WAG Kelas Puisi - Day 73 RBI

Sebagai pemula dan benar-benar buta akan karya sastra, betapa bahagianya saya saat dimasukkan kelas Puisi yang lebih intensif; yaitu saat dipertenukan dengan para pecinta puisi di Whatsapp Group yang digagas penerbit kesayangan.

Nyempil di No 32 🙈🙈

Hari ini adalah sesi perkenalan. Dan hmm.. saya minder (pake banget). Karena nampaknya hanya saya yang mengisi format perkenalan dengan pengalaman yang nol sama sekali. Kawan member yang lain sudah membukukan berbagai antologi puisi. Dan membagikan diksi yang keren yang hampir jaranag digunakan dewasa ini. Lalu saya terdiam di pojokan sambil gigitin jari dan ngemilin kuaci. Tsahh..

Besok adalah kelas perdana Puisi. Semoga saya bisa mengisi gelas kosong ini dengan luapan ilmu yang dibagikan oleh para mentor, aamiin..

Syarat dan Ketentuan Kelas

Oh iya, saya sekalian mau update PR yang hendak saya revisi:
1. Kelas Artikel Parenting - Mentor Deka Amalia
2. Picbook - Mentor Wulan Mulya
3. Kabar Ebook Romance (Saya sudah setor naskah)
4. Revisi Sedikit Alur untuk Kelas Cerpen Romance GEMS

* Update kabar: Dengan berat hati saya memutuskan untuk mundur dari kelas Nubar The Miracles 😣

#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day73

Sabtu, 21 Juli 2018

Travel Writing: Interview Miss Diamond - Day 72 RBI

Hari ini saya janjian sama Miss Diamond, salah seorang partner di kantor saya lulusan Magister dari Belanda. Beliau lama tinggal disana selama studi. Sehingga informasi yang akan saya butuhkan insya Alloh akurat dan tepat.

Sebelumnya, saya sudah mengonsep pertanyaan apa saja yang akan saya layangkan padanya. Saya juga sudah browsing beberapa artikel untuk mengurangi ke-blah bloh-an dan ke-blank-an yang mungkin bisa terjadi hehehe..

Wawancara ini saya maksudkan untuk memenuhi informasi yang saya butuhkan dalam pembuatan naskah Travel Writing Edisi Eropa.




Untuk resume, mohon maaf belum dapat saya share, karena menyangkut privacy naskah yang dikontrak oleh penerbit mayor.

#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day72

Jumat, 20 Juli 2018

Travel Writing: Keukenhof - Day 71 RBI

Ada yang paling memikat mata saya sejauh memandangi situs terkat Belanda ini. Tak lain dan tak bukan adalah Keukenhof.

Setelah intip situs sana sini, akhirnya nemu situs resni negeri kincir angin ini yang memberi gambaran sekilas kapan waktu terbaik untuk berkunjung dan merekam aksi di botanical garden cantik satu ini.





#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day71

Travel Writing: Kuliner dan Tempat Wisata di Jazirah Belanda - Day 70 RBI

Sebagai bahan referensi untuk bahan penulisan naskah Travel Writing di Eropa, saya ingin mengutip postingan Haris dari traveltoday


7 Spot Wajib Kunjung di Amsterdam 

Amsterdam merupakan salah satu kota tujuan wisata utama di Eropa. Hampir semua paket liburan ke Eropa yang dipasarkan oleh perusahaan tour & travel di Indonesia memasukkan kota ini sebagai salah satu tujuan persinggahannya. Kota yang namanya diambil dari sebuah bendungan di sungai Amstel yaitu Amstelredamme ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Banyak destinasi wisata yang dapat menjadi pilihan. Redaksi traveltoday memilih tujuh destinasi wisata yang menarik untuk Anda kunjungi:
  1. Museumplein


Museumplein menjadi spot sahib kunjung pertama di Amsterdam. (Foto: amsterdamlayovers.com)

Untuk posisi pertama kami pilih Museumplein atau biasa disebut juga Museum Square. Museumplein adalah sebuah area terbuka yang sangat luas seperti area Kota Tua di Jakarta yang di sekitarnya banyak berdiri bangunan museum bersejarah dengan bentuk bangunan yang indah. Diantaranya Museum Van Gogh, Museum Stedleijk, Rijksmuseum, Diamond Museum (Museum Berlian), dan Gedung Royal Concert Hall (Royal Concert Gebouw).
Untuk pencinta museum dan sejarah, tempat ini menjadi surga pariwisata yang wajib dikunjungi. Sejak dulu, area Musiumplein yang sangat luas ini selalu menjadi tempat berkumpul, bukan hanya warga lokal namun juga wisatawan mancanegara. Seringkali area ini dipakai untuk acara-acara besar yang melibatkan ribuan warga di Amsterdam. Baik untuk festival, perayaan maupun demontrasi massa. Termasuk juga untuk nonton bareng pertandingan sepak bola. Maka jika anda liburan ke Amsterdam, catatlah Museumplain di bagian pertama.
  1. Rijksmuseum


Rijkmuseum masih terawat dengan baik. (Foto: visionoftravel.org)

Di posisi kedua kami pilih Rijksmuseum. Museum nasional Belanda ini terletak di Museumplein, di bagian timur atau bagian selatan pusat kota Amsterdam. Museum ini dirancang oleh Pierre Cuypers dan pertama kali dibuka pada tahun 1885.
Rijkmuseum menyimpan puluhan ribu koleksi sejarah dan artefak seni yang berasal dari tahun 1200-an hingga kini. Museum ini sangat terkenal di Belanda dan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi di Amsterdam. Menurut data tahun 2013, Rijkmuseum dikunjungi oleh lebih dari 2,2 juta wisawatan mancanegara.
Jika anda mengunjungi museum ini, jangan lewatkan untuk berfoto di depan tulisan “I Amsterdam” yang terletak di depan museum dan telah menjadi ikon kota Amsterdam.
  1. Dam Square


Dam Square menjadi ruang publik yang sangat terkenal di Amsterdam. (Foto: wallgot.com)

Selanjutnya kita menuju ke De Dam atau Dam Square yang merupakan alun-alun kota Amsterdam. Alun-alun ini terletak di pusat kota dan dikelilingi oleh banyak bangunan bersejarah yang sangat terkenal seperti Istana Royal Palace of Amsterdam, Gereja Nieuwe Kerk yang indah, Museum Madame Tussaud, pabrik pengasahan berlian, dan juga banyak shopping center yang menjual brand-brand ternama.
Berjalan-jalan di Dam Square seperti menikmati kejayaan zaman dahulu dengan bangunan-bangunan berarsitektur indah namun berisi banyak brand produk kekinian. Sambil menikmati dan berfoto-foto dengan latar gedung-gedung tua tersebut, traveller bisa juga berbelanja di banyak gerai busana dan juga toko-toko suvenir. Oleh karena itulah tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Apalagi di sore hari menjelang malam, Dam Square selalu penuh oleh wisatawan dari seluruh dunia yang berkunjung ke Amsterdam.
  1. Kanal Amsterdam


Sejumlah kanal di Amsterdam mengundang minat untuk dijelajahi. (Foto: whereisyvette.wordpress)

Setelah puas menikmati museum dan pusat kota Amsterdam, maka sewalah perahu atau beli paket tour Kanal Cruise untuk menyusuri kanal-kanal di kota ini. Kota yang terletak di bawah laut ini memang sangat terkenal akan keindahan kanal-kanalnya.
Ada tiga kanal utama di kota Amsterdam, yaitu Herengracht, Prinsengracht, dan Keizersgracht. Kanal-kanal tersebut membentuk sabuk konsentris di sekitar kota yang dikenal sebagai Grachtengordel. Kanal-kanal yang memiliki panjang hingga 100 kilometer ini merupakan simbol kota Amsterdam serta memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi. Pada tahun 2010, World Heritage Committee (Komite Warisan Dunia) memutuskan untuk memasukkan daerah cincin kanal abad ke-17 di Amsterdam ini ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.
Ada banyak pilihan tur kanal di Amsterdam. Namun yang paling menarik menurut travel todayadalah Golden Bend, yaitu tur kanal yang melintasi Leidsestraat sampai Vijzelstraat. Kita akan diajak untuk menikmati pemandangan bangunan-bangunan tua di sepanjang kanal yang paling indah dan megah di sana. Di ujung kanal ada satu bangunan berbentuk perahu yang berlogo VOC, yang dulu mempunyai sejarah yang sangat panjang di Indonesia.
  1. Anne Frank’s House


Anne Frank’s House tetap menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Kisah kemanusiaan tertinggal di sana. (Foto: eurocheap.com)

Anne Frank’s House atau Anne Frank Huise adalah bangunan tempat persembunyian Anne Frank dan keluarganya yang sekarang dijadikan museum. Anne Frank adalah seorang anak perempuan biasa yang lahir tahun 1929 keturunan Jerman-Yahudi. Anne Frank dan keluarga hidup dalam persembunyian pada masa perang dunia kedua. Ketika itu Adolf Hitler berusaha menghapuskan seluruh bangsa Yahudi dan keturunannya dari muka bumi.
Selama lebih dari dua tahun dalam persembunyiannya, Anne Frank menulis buku harian yang menceritakan kehidupan sehari-harinya saat berada dalam persembunyian. Keluarga Anne Frank hidup di rumah tersebut sejak tahun 1922 sampai 1944. Anne Frank dan keluarganya akhirnya ditemukan oleh NAZI pada tahun 1944 dan dikirim ke kamp konsentrasi NAZI sampai menemui ajalnya.
Museum Anne Frank’s House yang menjadi lokasi shooting film The Fault in Our Star ini, terletak di pusat kota Amsterdam. Museum ini benar-benar menceritakan dan menjadi bukti kekejaman NAZI pada masa itu.
Buku harian Anne Frank yang asli beserta beberapa buku catatan lain dipajang sebagai bagian dari pameran tetap di Anne Frank House ini. Koleksi dan pameran temporer memfokuskan diri pada penyiksaan terhadap orang-orang beragama Yahudi pada masa perang, fasisme kontemporer, rasisme dan anti-Semitisme. Dalam museum ini anda akan melihat sendiri bagaimana Anne, keluarganya serta orang-orang lain hidup bersembunyi dari pendudukan Jerman.
Berkunjung ke museum ini benar-benar merupakan pengalaman yang mengharukan. Museum ini telah menyentuh hati jutaan wisatawan dari seluruh dunia. Jangan lewatkan untuk berkunjung ke Anne Frank’s House dan rasakanlah bagaimana rasanya hidup dalam persembunyian pada masa itu.
  1. Pasar Bunga Terapung


Bloemenmarkt atau pasar bunga terapung melekatkan identitas Belanda dan bunga-bunganya. (Foto: prompguide.com)

Buat pencinta bunga, pasar ini adalah surganya. Pasar Bunga Terapung dalam bahasa Belanda disebut Bloemenmarkt namun lebih terkenal dengan nama Floating Flower Market, adalah pasar bunga terapung yang terdapat di Amsterdam. Pasar bunga terapung ini menempati kios-kios transparan yang terapung di sepanjang tepi Kanal Singel. Pasar yang telah ada sejak tahun 1862 ini telah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO.
Di pasar bunga yang di klaim sebagai pasar bunga terapung satu-satunya di dunia ini, traveller dapat menjumpai berbagai jenis bunga dari seluruh dunia. Termasuk bunga khas Belanda yaitu bunga tulip dalam berbagai warna.
Pasar bunga ini tidak hanya menjual bunga potong namun juga ada dalam bentuk buket yang sudah dibentuk dan diberi pita. Tapi juga bunga-bunga yang masih berada di dalam pot yang sudah siap potong maupun yang baru ditanam. Dan juga benih-benih bunga yang siap di ekspor dan dijadikan oleh-oleh khas Balanda. Tentu saja pasar bunga ini menjadi tempat berfoto yang sangat menarik dan instagramable.
  1. De Gooyer Windmill


Kincir angin De Gooyer tetap gaga berdiri sebagai penjaga identitas Amsterdam. (Foto: panoramio.com)

Berkunjung ke Amsterdam tidaklah pas tanpa mengunjungi ikon Negeri Belanda yaitu kincir angin. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Amsterdam pasti menyempatkan diri untuk berfoto dengan latar belakang kincir angin. Untuk itu traveltoday mengajak wisawatan mengunjungi kincir angin dari kayu yang paling tinggi dan paling tua di kota Amsterdam, yaitu De Gooyer Windmill.
De Gooyer Windmill adalah salah satu dari delapan kincir angin kuno yang masih tersisa di Amsterdam. Kincir Angin ini menjadi yang paling terkenal dibandingkan dengan tujuh kincir angin lainnya. Karena letaknya yang berdekatan dengan Museum Maritime dan kawasan kota bersejarah Amsterdam. Juga berdampingan dengan tempat pengolahan bir (brewery) yang terkenal. Kita bisa menikmati bir langsung dari pabriknya dan bisa melihat secara langsung proses pengolahannya.
Jangan lewatkan berkunjung dan berfoto di depan De Gooyer Windmill sambil menikmati segelas bir. Menarik, bukan? Tunggu apa lagi?
Zahrudin Haris | traveltoday
Postingan tersebut menambah khazanah wawasan saya yang sama sekali belum terbayang kondisi disana. Padahal sebagai penulis, untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat, berimajinasi akan suatu kondisi, tentu saja harus ditunjang dengan kayanya wawasan. 





#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day70





Kamis, 19 Juli 2018

Pembagian Batch Travel Writing Mayor - Day 69 RBI

As I told you, saya mendaftar Kelas Travel Writing Batch 2, karena kalah cepat jempol ini dibanding peserta lainnya yang antusias untuk berkontribusi di proyek antologi terbit mayor ini.

Gimana ga antusias? Yang bookingnya langsung dari BIP (Gramedia Group) lho! 😍😍

Di tugas 1 hari kemarin, saya menuliskan negara dan kota domestik yang pernah saya kunjungi sendiri maupun bersama anak.

Ternyata kakak mentor dan PJ (penanggung jawab) malah mengklasifikasikan saya ke dalam Batch 1 yang mana membahas lengkap wisata luar negeri.

Naun buka sembarang wisata yang akan kami kupas. Melainkan wisata halal dan objek wisata yang menarik lainnya. Penasaraan? Sama..

Hal selanjutnya yang membuat saya cukup tercengang yaitu: Saya kebagian Benua Eropa. Padahal sayabeum pernah kesana sama sekali.


Langsung, saya hubungi salah seorang rekan kerja yang perna studi di Belanda. Bagai gayung bersambut, Teh Intan said yes, beliau bilang akan bantu shre pengalamannya selama disana. Alhamdulillah.

Tantangan selanjutnya adalah: kami diberi tenggat waktu 2 minggu untuk menyelesaikan proyek ini. Dan diberi tantangan untuk menulis secara fiksi dan non fiksi sekaligus dalam naskah singkat. Dipadatkan sekali yaa hihi. Bismillah, menantang sekali. Dan Insya Alloh yakin bisa!






#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day69

Rabu, 18 Juli 2018

Tugas 1 Travel Writing - Day 68 RBI

Hari ini saya masih tepar. Dibalik selimut, saya posting progres hari ini. Oh iya hari ini saya masih dapat dispensasi dari bu dokter untuk istirahat di rumah. Karena surat sakitnya dikasih 2 hari kerja.

Saya buka notif fb yang menggantung di sudut atas handphone. Segera kubuka update tugas dari grup Kelas Travel Writing. Tugasnya sederhana, hanya menjawab pertanyaan berikut:

1. Nama penulis
2. Negara yang pernah dikunjungi
3. Provinsi yang pernah dikunjungi
4. Referensi yang dimiliki

Kuketik komentar baru untuk menuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Sepertinya ini untuk pembagian batch 1 dan 2 yang dibagi berdasarkan wilayah mancanegara atau domestik.

#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day68

Senin, 16 Juli 2018

Ide untuk Picbook - Day 67 RBI



Hari ini tepar. Nggak bisa masuk kantor dan do limited things.

Semalam ada notif dari grup RBI tentang eliminasi untuk peserta RBI yang dinilai tidak memenuhi ketentuan yang telah ditentukan. Saya berharap nama saya masih diizinkan lanjut hingga akhir periode dan mendapat goal sesuai yang ditargetkan di awal.

Pagi ini saya baru selesai merekap setoran tantangan level 8 Bunsay. Lumayan menantang karena apps yang tersedia di hape tidak mampu mendukung kegiatan ini. Next it will be posted here.

Proyek menulis hari ini masih dilanjutkan dengan merangkai ide pembuatan picbook. Banyaknya asupan kepunginan, membuat saya galau. Semuanya terlalu bagus untuk diabaikan 😅

Oh iya saya mengetik ini di Puskesmas sambil nunggu antrean dokter. I'll get well soon.

#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day67

Travel Writing: Mengenal Budaya Tionghoa di Chinatown Bandung - Day 66 RBI

Hari minggu kemarin saya benar-benar GFOSS alias Gadget Free On Saturday and Sunday. Biasanya sih masih bisa curi-curi waktu barang sejenak pas Queen tidur. Tapi kali ini ga bisa sama sekali. Pas Queen tidur siang,  saya pakebut harus menyelesaikan beragam tugas domestik setelah rumah ditinggal seminggu lamanya. Dan seharian full saya menemani waktu bermain yang diselipi waktu belajarnya. Waktu malam yang biasa saya isi dengan menuliskan jurnal RBI maupun IIP, langsung blar ketiduran. Udah beberapa hari begini terus, ikut ketiduran saat mimi-in si sayang. Manajemen waktunya mesti dibenahi lagi nih.

Saatnya share progress proyek menulis saya.

Menyambung posting beberapa hari lalu tentang Travel Writing, ide baru untuk menambah khazanah proyek tersebut bagi saya adalah pengalaman di hari Minggu kemarin. Siang itu, Papaben dengan semangat mengajak kami bergegas tanpa memberi tahu kemana tujuan pelesir kali ini. Sudah biasa sih kami menerima surprise seperti ini. Tanpa persiapan spesifik, kami (saya dan Queen) sih seneng-seneng aja, selama perginya bareng-bareng. 

Dari Pasar Kordon, mobil kami memutar ke arah Samsat Carrefour Kiara Condong. Pasrah aja sih mau diajak kemana juga, sambil menerka-menerka di dalam hati, "Papa mau ngajak main kemana yaa?"

Dari Carrefour, kami berbelok ke Jl. Buah Batu, dilanjutkan ke Jl. Karapitan, Jl. Asia Afrika, dan melaju terus hingga lampu sein mengedip ke kanan, yaitu area pecinan Jl. Kelenteng. Bener-bener surprised banget. Ga pernah kebayang tempat wisata ini sih sebelumnya. 

Papa memarkirkan xtrail kami di tepian jalan tanpa parking area khusus, tanpa petugas parkir no tipping yang biasa dijumpai di tempat wisata ataupun di mall. Dari seberang nampak bangunan yang didominasi warna merah. Woaw, saya takjub, karena kami ga pernah culture trip sebelumnya. Tentu saja, si kecil sangat excited ngeliat banyak sekali ornamen khas Tionghoa yang baru pertama kali dilihat.



CHINATOW! Yep ini nama tempatnya. Udah lama banget, tapi entah kenapa terasa baru bagi saya. Padahal sudah jelas-jelas diresmikan sama Kang Emil.
Pertama, kami memasuki counter ticket. Harga tiket masuk per orang dibanderol Rp 30.000,- .. Berhubung tinggi badan putri kami masih dibawah 110 cm, jadi Queen masuknya gratis. Di sebelah kiri loket, terdapat mistar bertuliskan tinggi 110 cm, sebagai dasar perhitungan untuk tiket anak.

Gerbang masuk CHINATOWN ada di sebelah kanan (jika dilihat dari tempat parkir). Sedangkan gerbang keluarnya di sebelah kiri. Jadi dari konter tiket kami berjalan ke arah kiri untuk menyobekkan tiket yang telah kami beli. Poin pertama setelah gerbang masuk ada ATM Center untuk men-top up saldo e-money. Oh iya semua bentuk transaksi di dalam Chinatown ini menggunakan e-money yaa.. Untuk menghindari penggunaan transaksi tunai.

Kemudian kami melangkah ke berbagai spot yang instagramable. Di seberang ATM Center terdapat museum Tinghoa, yang didalamnya terdapat berbagai benda kuno peninggalan warga Tionghoa. Ada pula pemaparan singkat alias sejarah yang didokumentasikan di dinding. Dari mulai awal penyebaran hingga pengusiran saat terjadinya Bandung Lautan Api, yang menjadi titik penyebaran warga Tionghoa ke berbagai titik daerah di pelosok Bandung. Di sudut lainnya terdapat plakat di tembok berisi tanda tangan Walikota Bandung, Kang Emil, saat meresmikan tempat wisata ini. Langkah kami dilanjutkan ke kamar-kamar kecil yang berbeda tema dan isi barangnya.

Ada kamar berisi naga dan bantal-bantal lucu dilengkapi penjara kecil. Ada juga toko kuno dilengkapi barang-barang jadoel tempo doeloe. Ada juga tempat penyewaan kostum China yang dibanderol dengan harga 50.000 hingga 150.000. Untuk pakaian adat laki-laki seharga 100.000.

Di depannya ada kolam kecil dengan jembatan kayu berwarna kemerah-merahan khas China berisi ikan koi besar-besar. Eh seriuuus, ikan koi disini gedenya super duper wah banget! Queen nyaman mantengin ikan gede ini. Sampe gamau melangkah ke kamar berikutnya: Ruang keluarga yang didesain seperti studio foto jadul dengan kursi kulit besar dengan furnitur jadul. Pokoknya berasa balik ke zaman dulu. Diluar kamar, terdapat berbagai lampion dan musik khas Tionghoa. Kental bangettt!

Diluar, terdapat booth-booth kecil dengan berbagai action figure lucu. Eh bukan AF sih tapi semacam tokoh kartun yang unyu-unyu banget. Di belakang booth, terdapat playground keren berisi rumah kayu yang nampak ciamik. Di sebelahnya terdapat mushola bersih yang lumayan luas berisi sekitar 4 shaff jemaah. Tempat wudhlunya pun bersih, yang mengapit mushola di tepi kiri untuk wanita, dan sisi kanan untuk prianya.

Lanjut, di ujung paling akhir booth, terdapat meja cafe, yang terdapat background ter-ramai untuk berswafoto. Yep, background ini nih:

Food garden tersebar di seluruh spot yang berpusat dari tengah area. Sehingga, kursi makan mendominasi areal Chinatown ini. Tanpa terasa, jam menunjukkan pukul 15.00. Papaben menyeret lembut tangan saya menuju ruang auditorium terbuka yang terdapat mini stage dan pilar-pilar pancang yang menjulang. Oh ternyata, Papaben udah mengeset timing visit kami yang bertepatan dengan jadwal Barongsai Show. Kami melirik bangku paling depan untuk mendapatkan spot video terbaik. Dengan lincah, para pemain dengan seragam bertuliskan Lion Dance Team berlatih untuk pemanasan (gladiresik). Mereka berloncat sendiri maupun berkelompok yang mengundang decak kagum para penonton yang sudah stand by di bangku penonton sambil menikmati makanan yang telah diorder sebelumnya. Papaben memesan snack berisi french fries dan bratwurst dengan topping lelehan mozarela untuk si sayang, Queenara. Jusnya, so pasti alpukat no ice no sugar buatnya. Untuk mamanya, Papaben pesan mie kocok. Padahal baru semalam beli mie kocok di TSM hihihi..  Harganya memang terbilang high sih kata saya. Eskrim coklat yakult yang Papa pesan aja diatas 60.000.. Hmm!

Saat para pemain menabuh musik, acara barongsai pun dimulai. Para pemain yang tadi berlatih untuk gladi, kini sudah memakai kostum barongsai, sehingga wajah asli mereka pun sudah tak terlihat lagi. Dua pemain berkostum cici koko (yang keduanya memakai kerudung) mengajak Queen ber-high five (toss), karena bangku kita ada di paling depan. Queen sih berani-berani aja, tapi suasananya mulai berbeda. Senyumnya tidak lagi se-ceria tadi. Apalagi ketika barongsai oranye menari di depan wajah kami, tangisnya tidak terbendung. Papaben yang membawa makanan, tergopoh-gopoh mendatangi meja dan memangkunya menjauhi areal stage. Tapi ternyata bukan papanya yang Queen inginkan. Tapi Mama!

Meninggalkan spot terbaik, saya ambil Queen dari pangkuan Papaben, dan berlari menjauh. Saya minta Papa tetap di tempat. Biar saya yang ajak Queen berkeliling. Spot pertama yang kami datangi tentu saja kolam ikan koi besar. Tapi nyatanya tidak mampu membuat tangisan Queen mereda. Adzan Ashar pun berkumandang. Kami bergegas menuju mushola yang sepi. Miris sih! Pertunjukkan akbar bertepatan dengan adzan. Saya mendudukkan Queen di karpet empuk mushola, tapi tangisannya tak kunjung reda. Malah semakin menjadi. Ia memeluk erat mamanya. Queen nampak takut. Sedang matanya tidak mau dibuka: merem semerem-meremnya. Mungkin kalau dibuka, ia takut penampakan barongsai muncul tepat di depan wajahnya.





Saya pun menanggalkan mukena yang akan dipakai shalat. Gabisa dalam kondisi seperti ini. Saya ajak Queen masuk ke dalam arena playground. Tangisannya agak mereda tapi tak sepenuhnya berhenti. Bayangan barongsai masih memenuhi pikirannya. Ditengah tangisan, ia meracau mengeluarkan isi hati:

"Tatuut mamaa.. bolocai ga-ak," ujarnya.

Saya peluk dan mengusap lembut rambut panjangnya. "Jangan takut sayang. Barongsai kan baik. Tadi badutnya juga ces kan sama kakak. Jangan takut ya, Nak. Kan Ada mama!" Saya meyakinkannya.

Ia menjawab dan mengkonfirmasi, "Bolocai baik. Badut ces."

Pintarnya!

Kemudian tangisannya benar-benar mereda saat saya ajak Queen naik rumah pohon dan berkeliling ke setiap chamber yang ada diatas dengan tema permainan yang berbeda-beda, yang dihubungkan dengan jembatan gantung.











Setelah mengabari Papaben, saya akhirnya bisa aplusan. Papa menemani Queen bermain di atas pohon. Dan saya bisa kembali ke mushola. Papa pun membayar tiket masuk playground-nya dengan menggesek e-money. Oh iya harga tiket masuknya senilai Rp 35.000 per anak, sepuasnya. Pendamping tidak dikenakan biaya. Dan kami tidak perlu menggunakan kaus kaki seperti area playground pada umumnya. Alasnya bukan menggunakan playmat, tapi rumput sintetis yang empuk. Dan Queen bisa anteng sampai sore.



#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day66

Kamis, 12 Juli 2018

Day 63 RBI






#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day63

Rabu, 11 Juli 2018

Tantrum vs Sensory Meltdown - Day 62 RBI

Di postingan kali ini, dalam rangka Afira Nisa's Writing Experience, saya ingin membagikan salah satu artikel penting dalam dunia Pengasuhan Anak.


WAG IP Bandung lagi rame bahas tentang Tantrum dan Sensory Meltdown. Eits apa itu sih? Perbedaannya apa? Yuk intio infografis yang dibagikan situs Hai Bunda dibawah ini:


Ini sumber bacaannya dari situs dokter sehat.
Saat Anda melihat anak mengamuk dan berteriak karena keinginannya tidak ditruruti, sering kali menganggapnya sebagai tantrum. Padahal anak yang bersikap demikian tidak selalu berarti tantrum, namun bisa juga sensory meltdown, yaitu emosi lepas kendali akibat terlalu banyak rangsangan sensorik. Meskipun memiliki gejala yang mirip, namun tantrum dan sensory meltdown adalah dua hal yang sangat berbeda.
Salah satu perbedaan antara tantrum dan sensory meltdown adalah penyebabnya. Tantrum adalah luapan emosi anak yang tidak bisa mengungkapkan keinginannya. Biasanya tantrum dialami oleh anak yang kemampuan bicaranya belum maksimal.

Sedangkan sensory meltdown adalah reaksi anak yang berlebihan karena menerima terlalu banyak rangsangan sensorik.
“Tantrum adalah ledakan emosi ketika anak berusaha mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Sensory meltdown adalah reaksi atas perasaan tidak nyaman atau kewalahan,” jelas Amanda Morin, penulis buku The Everything Parent’s Guide to Special Education, dikutip dari laman understood.org
Untuk membedakannya, Anda bisa menyimak contoh berikut. Anak Anda menginginkan mainan namun Anda tidak mengijinkan dan ia pun marah. Ketika Anda memberikan mainan tersebut, anak menjadi tenang dan berhenti mengamuk.
Pada anak dengan sensory meltdown, anak tidak akan berhenti berteriak, menendang, atau mengamuk meskipun berhasil mendapatkan mainan yang diinginkan. Masalah yang dihadapi anak bukan pada mainannya, namun pada gangguan respon tubuh terhadap rangsangan sensorik yang ia terima.
Cara meredakan anak yang mengalami sensory meltdown berbeda dengan anak yang tantrum. Anak dengan sensory meltdown umumnya tidak tahu apa yang ia inginkan dan tidak ada tujuan tertentu dari sikapnya.
Gangguan sensory meltdown dapat dihilangkan dengan mengurangi rangsangan sensorik yang ada di sekitar anak. Suara berisik di pusat perbelanjaan, tempat yang terlalu banyak orang, terlalu berisik dan terlalu banyak orang yang menyentuh mereka bisa menjadi sumber gangguan pada anak. Saat anak menangis di tempat umum yang ramai dan bising, ajaklah anak untuk pindah ke tempat yang lebih tenang.
Penting bagi orang tua untuk mengenali apakah yang dialami oleh anak merupakan tantrum atau sensory meltdown. Tantrum dapat berkurang dengan sendirinya ketika anak semakin dewasa, sedangkan sensory meltdown mungkin diperlukan terapi khusus untuk membantu tubuh mengolah rangsangan yang diterima anak. Apabila anak Anda terlihat memiliki gejala sensory meltdown, sebaiknya segera periksakan ke dokter atau klinik tumbuh kembang anak.

Ada tambahan lagi mengenai tantrum yang tidak wajar, dilansir dari situs hello sehat.

Tantrum pada anak wajar, tapi ketahui batasannya

1. Memiliki frekuensi mengamuk yang sering

Anak-anak yang belum bersekolah akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama anggota keluarganya. Perhatikan jika ia mengalami tantrum sekitar 10 sampai 20 kali dalam satu bulan di rumah, atau lebih dari 5 kali amukan sehari yang terjadi selama beberapa hari. Jika buah hati Anda mengalami tanda-tanda ini, kemungkinan ia berisiko untuk mengalami masalah kejiwaan yang serius.

2. Mengamuk dalam waktu yang lama

Anak tantrum dalam durasi yang sebentar saja sudah bikin orangtua pusing, apalagi jika anak mengamuk dalam waktu yang cukup lama, misalnya hingga 20 atau bahkan 30 menit. Jika anak memang mengalami gangguan mental, maka durasi waktu mengamuknya akan lebih lama dan konstan dibandingkan dengan anak normal.
Misalnya, pada anak yang normal, ia akan mengamuk pada 1 jam pertama dan periode tantrum selanjutnya hanya 20-30 detik saja. Akan tetapi bila si kecil punya masalah dengan kesehatan mentalnya, maka ia akan mengamuk selama 25 menit dan tak berhenti. Jadi, saat ia mengamuk di waktu berikutnya maka akan memakan waktu selama 25 menit atau lebih. 

3. Saat mengamuk, berkali-kali melakukan kontak fisik dengan orang lain

Bukan hal yang aneh saat si kecil mengalami tantrum hingga menendang atau bahkan memukul orang terdekat mereka. Tantrum pada anak yang tidak normal bisa dinilai dengan melihat perilakunya saat mengamuk.
Jika sudah sering melakukan kontak fisik seperti memukul, mencubit atau bahkan menendang orang-orang di sekitarnya, maka ini sudah di luar batas wajar. Bahkan pada beberapa kasus, keluarga lebih memilih melindungi diri mereka karena kesulitan meredakan amarah si kecil. Waspada akan hal ini, sebab hal ini bisa jadi tanda bahwa si kecil memiliki gangguan pada dirinya.

4. Marah hingga melukai diri sendiri

Bila si kecil marah dan mengamuk hingga melukai dirinya sendiri, maka itu tanda bahwa ia mungkin mengalami masalah kesehatan mental tertentu. Pada beberapa anak dengan depresi berat, akan cenderung untuk menggigit, mencakar, membenturkan kepala ke dinding, bahkan menendang berbagai beda di sekitarnya ketika ia sedang marah. 

5. Belum mampu menenangkan diri sendiri

Kebanyakan “episode” tantrum bertujuan karena anak ingin mendapat perhatian lebih dari Anda entah itu karena sedang lapar, lelah, atau menginginkan suatu benda tertentu. Si kecil cenderung tidak mampu untuk menenangkan dirinya sendiri setelah meluapkan emosinya. Jadi, Anda dituntut untuk bisa menenangkan anak setelah mengalami tantrum.
Akan tetapi yang harus diingat, jangan lakukan hal ini setiap kali anak merengek hebat atau si kecil akan selalu bertindak seperti ini demi tercapainya hal yang mereka inginkan.
Disertai solusinya

Apa yang harus dilakukan jika anak memiliki tanda tantrum yang tidak normal ini?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tantrum adalah hal yang normal terjadi dalam perkembangan buah hati Anda. Namun jika Anda menyadari kategori tantrum yang dialami anak Anda telah melewati batas, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:

Pertama, mulailah dari diri Anda dan keluarga.

Jika sebelumnya Anda sudah pernah mencoba bicara dengan anak Anda tentang kebiasaan buruknya, jangan menyerah hanya karena si kecil tidak menunjukkan adanya perubahan. Anda bisa mencoba dengan cara penyampaian lain yang sekiranya lebih mudah dicerna oleh si kecil.
Beri juga contoh hal baik yang bisa si kecil lakukan jika sedang dilanda kemarahan atau kesedihan hebat. Biasanya sikap anak akan berubah seiring bertambah usia dan adanya atmosfer dari keluarga yang mendukung perubahan bagi sikap anak. 

Berkonsultasi dengan psikolog anak

Selanjutnya jika Anda merasa tidak mampu menangani hal ini, konsultasikan keadaan yang dialami anak Anda kepada psikolog. Tidak hanya keadaan anak, keadaan yang sedang terjadi dalam keluarga juga bisa Anda sampaikan untuk membantu psikolog menilai penyebab tantrum yang berbahaya pada si kecil.



#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day62




Selasa, 10 Juli 2018

Ibu sebagai Coach untuk Anak - Day 61 RBI

Assalamu'alaikum.. para Bunda pembelajar..

Tadi di WAG Rumah Parenting ada yang share artikel keren tentang pengasuhan... Cekidot!


Berikut resumenya:
Ibu sebagai Coach untuk Anak.

Bagaimana seorang ibu menjadi coach untuk anaknya?

Berikut beberapa tips.

1. Respek
Bagaimana kita memiliki rasa respek terhadap si anak, artinya apa? Bagaimana menghargai dia seperti kita menghargai orang - orang yang kita hormati dan kita cintai.
Contohnya apakah kita menghargai atasan, rekan, sahabat, mertua atau orang tua, perhatikan rasa respek kita mestinya sama dengan kita menghargai orang lain juga, karena walaupun anak berbeda umur jauh mungkin dengan kita,dan dia memiliki hal yang sama dengan kita, memiliki pikiran, emosi dan juga sebuah perilaku yang ditujukannya.

2. Role model
Anak biasanya sangat meniru orang tuanya, jadi perhatikan ucapan kita, perhatikan tingkah laku kita, karena dia akan memiripkan dengan kita dalam kesehariannya.

3. Ekplorasi
Memberikan ruang ekplorasi untuk si anak, berikan pengalaman kepada si anak. Kalau dia melakukan kesalahan ambil pembelajarannya.(belajar dari pengalaman)

4. Hadir seutuhnya (mendengarkan)
Paling pentint dengarkan anak dengan sangat hadir seutuhnya, dimana ketika kita mendengarkan si anak, kita benar - benar menghilangkan Judgment kita, penghakiman kita terhadap si anak, dengarkan dia dengan ketulusan hati anda.

5. Perbanyak menggunakan pertanyaan dalam berkomunikasi.
Karena pertanyaan memberikan ekplorasi pada pikirannya yang memberikan kesempatan untuk dia berfikir dan mengekplorasi potensinya lagi, di badingkan dengan memberikan intruksi dan arahan terus - menerus.

Jadi, mulailah hari ini selalu tanyakan pada si anak, "apa rencanamu hari ini?" "Apa tujuanmu hari ini?" "Apa yang kamu rasakan?" Berikan ekplorasi dalam mengelolah pikiranya.

Semoga bermanfaat.
#Sumber- Coach Ina Rizqie Amalia PCC

Menginspirasi! 😍
Semoga bisa menelurkan manfaat juga untuk bunda lainnya.

#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day61

Pentingnya Memahami Perasaan Anak - Day 60 RBI

Ada oleh-oleh cemilan lagi nih dari diskusi dengan Bunda Lisna dan Bunda Erlik dari Rumah Parenting, sebuah komunitas yang digagas oleh salah seorang sahabat saya yang pertama kali dikenal saat program matrikulasi Ibu Profesional di pertengahan tahun 2017 kemarin, Bunda Rasmi Widya Rani, atau yang lebih akrab dengan panggilan Ninda alias nin mudahihi.. My lovely powerful mate. Ninda punya slogan atau motto khusus yang berbunyi, "Uti pantang mati gaya." Kereeen!



Berikut resumenya:
Resume materi kulwap ttg *Pentingnya Memahami Perasaan Anak*
Senin, 9 Juli 2018

Bersama *Bunda Erlik Isfandiari*
Pelatih Parenting di RUMAH PARENTING.

Pada umumnya orangtua kurang peduli dgn kemampuannya untuk mengenali perasaan anak.

Beberapa merasakan sangat tidak mudah untuk melakukannya. Terlebih jika ada masalah dengan anak, dan seringnya melibatkan perasaan yang cenderung emosional.

Bagi para orangtua yang sudah tahu pentingnya menamakan perasaan anak pun terkadang masih bingung melakukannya.
Mereka sudah melihat perubahan pada mimik  muka anak tapi ketika di ekspresikan tidak atau kurang  tepat, sehingga anak masih merasakan orangtua blm memahami perasaannya. Bagi anak orangtua yang tidak berusaha memahami perasaan anak, ditangkap sebagai tidak memahami dirinya. Berarti penting bagi kita untuk sering berlatih menamai perasaan anak.

Dalam berlatih biasanya dipandu di kelas parenting dengan praktek bicara. Karena ketika belajar dan berlatih bersama terjadi proses di dalam sambungan otak, memillih tahapan sehingga orangtua mendapatkan pengalaman ABC atau Affective, Behaviour, dan Cognitif. 
Apalagi jika ditambah dengan mempraktekkan berulang-ulang karena proses penguatan di dalam otak terjadi dgn pengulangan. Itu sebabnya mengapa kita diajarkan untuk selalu istiqamah dalam mengerjakan kebaikan. Dalam hal ini kita terus berproses mendidik dan membangun kebiasaan dengan membuat pijakan yang akan menjadi sambungan kuat di dalam otak, agar supaya pada waktunya menjadi sebuah perilaku positif yang menetap. Jadi bukan sesuatu yang main-main, apalagi dengan menginginkan hasil yang cepat dan instant.

Salah satu cara memahami perasaan anak misalnya, dengan tetap berusaha menyebutkn perasaan apa yg sedang terjadi, atau dialami oleh anak. Meskipun kadang tidak tepat, tetap perlu dilakukan. Ketika yang terjadi salah dalam menebak atau tidak tepat menggambarkan perasaan anak, orangtua bisa memberikan respon yg ringan tergantung situasinya, misalnya :

"Hehee ....mama salah ya..." Lalu orangtua tetap melanjutkan menebak dengan perasaan yg memungkinkan ...dan benar. 

Hal penting yang perlu diketahui dari dampak orangtua Mengenali dan memahami perasaan anak, nantinya akan berhubungan dengan komunikasi dan pembentukan konsep diri pada anak.

Ada sepenggal kisah keseharian yang sering tanpa sadar kita lihat atau mungkin kita alami sendiri, meskipun dalam kasus dan situasi yang berbeda. 

Setiap pagi ada saja yang terjadi di rumah. Suatu ketika ayah dan ibu/suami istri punya masalah yg belum terpecahkan, sampai2 keduanya tidak saling bicara dan mengobrol, apalagi saling canda atau makan pisang goreng hangat dan teh panas manis di sore hari. Ternyata masalah yang terjadi antara ayah dan ibu belum menemukan solusi. Sehingga  muka sang ibu yg sedang cemberut tiba-tiba berubah dan memerintah si sulung yang pagi itu  hendak  sarapan pagi.

"Kak segera habiskan sarapanmu, kalau tidak berangkat sendiri sana!". 

Si sulung menjawab dengan agak kaget krn sarapan saja belum, apalagi ketika dilihat lauknya makanan yang tidak disukainya, " Aku ga mau makan pake semur, kan aku udah bilang ga suka semur Bau..!"
 "Bibiiii..biii..biibik. bikinin telooor..!".
Tiba-tiba si sulung berteriak spontan.

Tentu saja teriakannya mengganggu ibu.
"Kenapa sih kakak pagi2 teriak2 kayak nggak tahu bibi lagi nyuci. Huuh..!" 

"Cepeet biii...bibiii!!", seperti tidak peduli keluhan ibu, suara si sulung makin keras. Sementara itu bibi tetap asyik dengan cuciannya, mungkin tidak mendengar teriakan kakak, sehingga si sulung ngambek.

Dalam waktu bersamaan..tiba2 si ade keluar kamar dengan muka yg terlihat 'kumel' sambil ngomel.."Bu rambutku ini gimanaaa..ade ga suka modelnya, kemarin tukang salon ga becus motong rambut ade, ade gamau sekolah ahh..malu!!".

Ibu langsung terbelalak matanya dan tidak dpt menerima ucapan Ade.
 "Jangan berkata begitu segera ambil tasmu dan masuk mobil...!!" Ibu menghardik dengan nada ketus.

Belum selesai bicara si kecil tiba2 sesenggukan karena telor yang mau dimakan sudah keduluan dimakan si sulung. Si ibu akhirnya bilang, " Sudahlah Dee makan yang ada, keburu siang nih!". 

"Tapi Ade kan ga suka ini buuu..hiks..!!". Jawab Ade dgn nada yg makin tinggi. Ibu tetap memaksa Ade karena sdh tidak sempat untuk menggoreng telor lagi..😟😔😣😩

Dapat dibayangkan...suasananya, penuh dgn emosi.
Cuplikan cerita di atas mungkin sering kita temui, terutama di pagi hari. Saat semua orang harus bergegas berangkat n beraktifitas pagi. 

Cerita tersebut menggambarkan dlm berkomunikasi pasti melibatkan perasaan. Makin emosional situasi makin dalam perasaan yg terlibat.

Perasaan berperan sangat penting dlm komunikasi. Kalau kita menebak perasaan yg muncul pada anak dlm cerita. Kita dpt merasakan munculnya perasan terpaksa, tertekan, dan terabaikan.

Yang muncul semua perasaan "negatif", hal ini yg membuat anak malas utk bicara/berkomunikasi selanjutnya.
Bayangkn jika hal ini sering terjadi, lama kelamaan anak merasa dirinya tdk diperhatikan,  merasa dicuekin, marah, sedih, tdk dihargai, benci, iri dengan kakak, dsb. Sehingga komunikasi jadi terhambat, jika ini terjadi maka emosi akan mudah terpicu dan meledak. Contohnya ibu baru menegur, " Kak kalau abis belajar rapikan mejanya jangan langsung kabur begitu". Anak bisa jadi langsung nyolot, " Apaan sih ibu inii..sebel deh!". 
Mungkin dengan jawaban lain yg menunjukkan emosi negatif.

Agar komunikasi berlanjut, nyaman, orangtuapun jadi tahu jika anak sdg memiliki masalah, dan ada "peluang" untuk sharing dgn orangtua, sehingga membuat anak belajar mencari solusi dan mengelola emosi dg cara yang baik, bukan dgn marah marah.

Selain dgn memahami perasaan dgn menamakan, menyebutkan, atau menebak emosi yg terlihat pd anak, pada saat yg sama orangtua juga sdg melatih anak untuk membawa emosi dr pusat "Perasaan" di otak ke pusat "Berpikir/cortex. Agar anak belajar mengontrol kata2 meskipun dlm keadaan marah.

Sehingga anak mudah diajak bicara dan sering dibawa BMM/ Berpikir Memilih dan Memutuskn  jika mengalami masalah.

#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Proyek2RBI
#Day60